Gorontalo, 9 Maret 2025, Fokuslinenews.com – Kepala Satuan (Kasad) Narkoba Polres Gorontalo membantah telah menerima uang Rp10 juta terkait dugaan penyelesaian kasus kosmetik yang saat ini tengah ditangani kepolisian. Bantahan ini disampaikan setelah muncul kesaksian dari dua orang yang mengaku telah mengantarkan uang ke ruangan Kasat pada 26 Februari 2025, sekitar pukul 11.30 WITA.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, sebelum menyerahkan uang di kantor, mereka lebih dulu mendatangi rumah Kasad Narkoba. Namun, tak ketemu sama Kasad. setelah berselang dua hari mereka kepolres ruangannya kasad narkoba . “Setelah uang diterima di ruangan, beliau mengatakan akan membantu kasus ini,” ujar salah satu pengantar uang.
Saat dikonfirmasi oleh awak media Fokuslinenews.com, Kasad Narkoba awalnya tidak memberikan respons, baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp. Wartawan pun mencoba meminta bantuan rekannya agar Kasad bersedia memberikan klarifikasi. Bahkan, Kapolres Gorontalo juga dihubungi melalui pesan WhatsApp, namun hingga kini belum memberikan tanggapan.
Namun, pada Sabtu siang (8/3/2025), Kasad akhirnya merespons pesan wartawan dan membantah telah menerima uang tersebut. “Tidak ada,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp. Saat dihubungi via telepon, ia(kasad) mengaku sedang dalam perjalanan dan akan menghubungi kembali.
Di sisi lain, salah satu saksi tetap bersikeras bahwa uang tersebut memang telah diterima oleh Kasad Narkoba di ruangannya. "Saya sempat bertanya apakah uangnya mau diterima di sini atau di luar, dan Pak Kasad mengatakan di sini saja. Beliau langsung mengambil uang di atas meja dengan cepat dan berucap akan membantu," kata saksi tersebut. Namun, hingga kini, janji bantuan tersebut tidak pernah ditepati.
Sumber lain juga menyebutkan bahwa barang yang disita dalam penggerebekan terdiri dari 17 item kosmetik, 40 paket produk Brilian, dan 51 botol toner kuning, serta beberapa barang lainnya.
Menariknya, setelah dugaan menerima uang terima kasih ini mencuat, pada Jumat malam (7/3/2025), 3 orang anggota Propam Polres Gorontalo mendatangi rumah terlapor "ada apa?!" Apakah mungkin lakukan tekanan secara pisikis kepada terlapor?!, menjadi ada dugaan!, Karena hanya untuk menyampaikan kepada terlapor untuk besok pagi menghadap ke kantor hingga 3 orang anggota yang datangi rumah terlapor. akan tetapi kenapa menunggu terlapor hingga tengah malam?!.
Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama karena muncul dugaan permainan dalam proses penegakan hukum terhadap penjual kosmetik. Masyarakat mempertanyakan mengapa hanya pengecer kecil saja yang menjadi sasaran penggerebekan, sementara distributor utama tidak tersentuh?!, apa kha mungkin ada setoran?!.
Kami para wartawan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Cheny n Team
0 comentários:
Posting Komentar